Responsive Ads Here
Tampilkan postingan dengan label Elektro. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Elektro. Tampilkan semua postingan

Kamis, 13 Desember 2018

Simulasi PLC Omron dengan CX Desainer [4] SAFETY CRANE

Kembali lagi teman-teman dengan saya di simulasi PLC OMRON....
kali ini saya akan menjelaskan tentang simulasi SAFETY CRANE.

Prinsip Kerja dari SAFETY CRANE adalah :

  1. Jika tombol Open ditekan maka Crane siap dioperasikan,lampu HIJAU menyala
  2. Jika tombol Lock ditekan maka Crane berhenti bekerja dan diam di tempat, Lampu indikator MERAH menyala. Tombol Lock bisa direset menggunakan tombol OPEN.
  3. Jika tombol Emergency ditekan maka Crane berhenti bekerja dan diam di tempat, lampu indikator MERAH menyala. Tombol Emergency  bisa direset menggunakan tombol OPEN.
  4. Jika sensor berat OVERLOAD maka lampu indikator MERAH berkedip ,  CRANE berhenti. OVERLOAD direset menggunakan tombol OPEN. Catat: ketika terjadi beban lebih, maka tombol OL akan ON terus kecuali bebannya sudah dikurangi. Jadi meskipun sudah di-reset, asalkan beban belum dikurangi maka tombol OL tetap ON dan CRANE tidak bisa dioperasikan.
  5. Tombol Operasi Maju-Mundur, Kiri-Kanan, dan  Naik turun masingmasing saling mengunci hanya bias beroperasi salah satu.

Pengalamatan dari I/O Safety Crane
INPUT DEVICE

OUTPUT DEVICE
OPEN (NO)
0.00

K_MAJU
100.00
LOCK (NC)
0.01

K_MUNDUR
100.01
EMERGENCY (NO)
0.02

K_KIRI
100.02
OVERLOAD (NO)
0.03

K_KANAN
100.03



K_NAIK
100.04
MAJU
0.04

K_TURUN
100.05
MUNDUR
0.05



KIRI
0.06

LAMPU HIJAU
100.06
KANAN
0.07

LAMPU MERAH
100.07
NAIK
0.08



TURUN
0.09











IR31
600.00


Program Bekerja dengan cara :
  1. Tombol OPEN  mengaktifkan internal relay IR-OPEN (addres 600) melalui KEEP. KEEP akan direset oleh sensor OL  dan internal relay IR-LOCK (addres 601) . Tombol OPEN di –AND-kan dengan NC dari sensor OL, sehingga ketika OL aktif (Ncnya membuka) maka IR-OPEN  tidak bias diaktifkan.
  2. Tombol LOCK dan EMERGENCY mengkatifkan internal relay IR-LOCK (addres 601). Internal relay IR-LOCK dinonaktifkan menggunan NC dari tombol OPEN.
  3. Lampu indikator MERAH akan berkedip jika sensor OL aktif Lampu ini akan menyala tanpa berkedip jika Internal Relay IR-LOCK sedang aktif.
  4. Lampu HIJAU akan menyala jika Internal Relay IR-OPEN aktif.
  5. Semua motor crane  bisa diaktifkan jika internal relay IR-OPEN
  6. sudah aktif
      Motor Maju dan Motor Mundur saling interlock
      Motor Kanan dan Motor Kiri saling interlock
      Motor Naik dan Motor Turun saling interlock  
untuk videonya nih lebih jelas hihihi :D :D

Kamis, 06 Desember 2018

Simulasi PLC Omron dengan CX Desainer [3] LED BERJALAN

Assalamuakum teman-teman
kembali lagi posting yang ketiga ntuk tutorial PLC yang saya tulis di blog ini.

mungkin sdikit teori
pada PLC ada input dan Output atau I/O.

Perangkat input

Perangkat input ini fungsinya memberi perintah atau signal pada PLC yang berkaitan dengan kerja sistem. Beberapa perangkat input yang paling sering digunakan adalah Push Button, Sakelar, Limit Switch, Sensor Proximity, Sensor Photoelectric dan lain – lain. Tahap penyambungan input ini sangat penting untuk dipelajari sebelum membuat program karena pemilihan jenis kontak pada program PLC akan sangat tergantung pada bagaimana input tersebut disambungkan.
Langkah penting dalam proses penyambungan input PLC adalah menentukan sambungan catu daya pada Common. Common Input dapat dipilih pada referensi positif (24V) atau pada referensi negative (0). Penentuan ini bisa berdasarkan pertimbangan standard Common yang berlaku dalam perusahaan atau tipe sensor yang digunakan. Setiap perusahaan umumnya mengacu kepada standard tertentu dalam melakukan instalasi atau penyambungan kabel (wiring), terutama control. Jika sudah ditentukan standard yang digunakan adalah common negative, maka sebaiknya kita menyesuaikan. Hal ini akan berkaitan dengan pandangan aspek keselamatan, keseragaman dalam wiring dan ketersediaan sensor. Untuk pembahasan kaitan antara sensor dengan common akan dibahas pada artikel khusus tentang penyambungan sensor digital pada PLC.

Perangkat output
Output bisa berupa signal/kode saja seperti lampu dan buzzer. Output juga bias berupa actuator, untuk aktuator memungkinkan PLC untuk mengendalikan sebuah gerakan pada suatu proses tertentu. Berikut ini adalah output yang paling sering digunakan pada Otomasi industri:
Solenoid Valves – output logic yang dapat mengendalikan arah aliran hidrolik atau pneumatik. Biasanya dipasangkan dengan system hidrolik atau system pneumatic.
Lampu – output yang sering digunakan sebagai indicator, dapat dipasang langsung pada terminal output PLC.
Relay – Relay adalah output logic yang sering dipakai untuk penyambungan pada motor listrik. Untuk menyalakan motor listrik biasanya sering menarik sejumlah arus yang besar saat pertama kali berputar, sehingga mereka membutuhkan sumber yang terpisah dengan output PLC.
Sebagaimana prinsip penyambungan input PLC, signal output PLC juga memerlukan 1 loop penuh untuk dapat mengaktifkan output tertentu

Penjelasan I/O sudah paham dikit ya 
nah kita masuk kedalam CX Proggramer dan Desainer LED berjalan dengan ketentuan :
  • Lampu terdiri dari 8 lampu.
  • Lampu menyala bergantian mulai dari lampu nomor 1 hingga nomor 8 dan kembali ke nomor 1.
  • Setiap lampu menyala selama 20 ms
Tabel Pengalamatan
INPUT DEVICES 
OUTPUT DEVICE
START  (NO)
0.00  
LAMPU#1
100.00
STOP (NC)
0.01  
LAMPU#2
100.01


LAMPU#3
100.02


LAMPU#4
100.03


LAMPU#5
100.04


LAMPU#6
100.05


LAMPU#7
100.06


LAMPU#8
100.07
INTERNAL RELAY IR 
6.00
 TIMER#1
TIM 0001


TIMER#2
TIM 0002


TIMER#3
TIM 0003


TIMER#4
TIM 0004


TIMER#5
TIM 0005


TIMER#6
TIM 0006


TIMER#7
TIM 0007


TIMER#8
TIM 0008

dari Ketentuan dan tabel pengalamatan kita dapat mebaut ladder daigaram di CX Programmer 

dari gambar ladder diatas makanya prgram telah selsai dan bisa dibikin HMI nya di CX Desainer
Lebih lanjutnya Di video ini >>>





Kamis, 29 November 2018

Simulasi PLC Omron dengan CX Desainer [2] BEL DENGAN 3 GRUP

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Teman-teman Perkenalkan
Nama saya : Wirangga Septiano Putra
Mahasiswa Teknik Elektro
Universitas Mercu Buana

Dosen Automasi Industri Universitas Mercu Buana
Akhmad Wahyu Dani

sudah lama nih blog ini gak sharing2 lagi, ......
Kali ini saya akan sharing ilmu tutorial desain dan program PLC Simulasi BEL 3 Grup ..
Lebih jelasnya tutorialnya saya lampirkan link youtubenya :D
Soalnya :

  • Bel terdiri dari 3 group
  • Jika pemain 1 telah menekan bel, maka pemain 2 dan 3 tidak bisa  menekan bel begitu juga sebaliknya ”interlock”
  • Buzzer menyala dengan irama: beep- (jeda 1 detik) - beep – (jeda  0,02 detik)  “pulse”
  • Buzzer akan terus berirama selama 5 detik lalu reset akan secara  otomatis bekerja. “timer


INPUT DEVICES 
OUTPUT DEVICE
BEL #1 (NO)
0.01
LAMPU#1
100.01
BEL#2  (NO)
0.02
LAMPU#2
100.02
BEL#3 (NO)
0.03
LAMPU#3
100.03
INTERNAL RELAY#1
6.01
TIMER 000 #50

INTERNAL RELAY#2
6.02


INTERNAL RELAY#3
6.03


uzzer akan terus berirama selama 5 detik lalu reset akan secara  otomatis bekerja. “timer”
 akan terus berirama selama 5 detik lalu reset akan secara  otomatis bekerja. “timer”



Kamis, 22 November 2018

Simulasi PLC Omron dengan CX Desainer [1] MOTOR FOWARD & REVERSE

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Teman-teman Perkenalkan
Nama saya : Wirangga Septiano Putra
Mahasiswa Teknik Elektro
Universitas Mercu Buana

Dosen Automasi Industri Universitas Mercu Buana
Akhmad Wahyu Dani

sudah lama nih blog ini gak sharing2 lagi, ......
Kali ini saya akan sharing ilmu tutorial desain dan program PLC Simulasi Motor Foward & reverse ..
Lebih jelasnya tutorialnya saya lampirkan link youtubenya :D


Makasih teman-teamn mengunjungi blog saya ,,,
 Wassalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

Rabu, 14 Januari 2015

Kontrol Kipas Angin Menggunakan Bluetooth Berbasis Arduino








assalamualaikum wr. wb
dan
salam sejahtera buat kita semua :D

Oke Sobat semuanya , ,, udah lama gak update blog ini :D
Ini ada yang aru nih yaitu Kontrol Kipas Angin Menggunakan Bluetooth berbasis arduino
baiklah ikuti teori dikit :)

Kipas angin merupakan alat elektronik yang berfungsi untuk menghasilkanangin.Fungsi yang umum adalah untuk pendingin udara, penyegar udara,Ventilasi, pengering (umumnya memakai komponen penghasil panas).Biasanya kipas angin dapat dikontrol kecepatan hembusan dengan 3 cara yaitu menggunakan pemutar, tali penarik serta remote control.
Arduino Uno adalah board mikrokontroler berbasis ATmega328. Uno memiliki 14 pin digital input / output (dimana 6 dapat digunakan sebagai output PWM), 6 input analog, resonator keramik 16 MHz, koneksi USB, jack listrik, header ICSP, dan tombol reset. Uno dibangun berdasarkan apa yang diperlukan untuk mendukung mikrokontroler, sumber daya bisa menggunakan power USB (jika terhubung ke komputer dengan kabel USB) dan juga dengan adaptor atau baterai.
   

Kelebihan Arduino Uno.

- develop project mikrokontroler akan menjadi lebih dan menyenangkan. Tinggal
  colok ke USB, dan tidak perlu membuat downloader untuk mendownload program yang
  telah kita buat.

- didukung oleh Arduino IDE, bahasa pemrograman yang sudah cukup lengkap
  librarynya.
- terdapat modul yang siap pakai/shield yang bisa langsung dipasang pada board Arduino
- dukungan dokumentasi yang bagus dan komunitas yang solid

IC L293D adalah IC yang didesain khusus sebagai driver motor DC dan dapat dikendalikan dengan rangkaian TTL maupun mikrokontroler. Motor DC yang dikontrol dengan driver IC L293D dapat dihubungkan ke ground maupun ke sumber tegangan positif karena di dalam driver L293D sistem driver yang digunakan adalah totem pool. Dalam 1 unit chip IC L293D terdiri dari 4 buah driver motor DC yang berdiri sendiri sendiri dengan kemampuan mengalirkan arus 1 Ampere tiap drivernya. Sehingga dapat digunakan untuk membuat driver H-bridge untuk 2 buah motor DC.
Bluetooth HC-05 Adalah sebuah modul Bluetooth SPP (Serial Port Protocol) yang mudah digunakan untuk komunikasi serial wireless (nirkabel) yang mengkonversi port serial ke Bluetooth. HC-05 menggunakan modulasi bluetooth V2.0 + EDR (Enchanced Data Rate) 3 Mbps dengan memanfaatkan gelombang radio berfrekuensi 2,4 GHz. Jarak sinyal dari HC-05 adalah 30 meter, dengan kondisi tanpa halangan. Bluetooth HC-05 memiliki kelebihan yaitu mode master dan slave dapat di tukar.

 

Standar nama bluetooth adalah HC-05 sedangkan password standar yang digunakan adalah 1234. Untuk pengaturan nama bluetooth dan password dapat dilakukan dengan memberikan sinyal pada pin KEY bluetooth HC-05.

            Alat Dan Bahan

  • ·         PC/Laptop                               =  1 buah
  • ·         Arduino Uno                           =  1 buah
  • ·        Bluetooth Module HC-05   = 1 buah
  • ·        Smartphone Android           = 1 buah
  • ·         IC L293D                               = 1 buah
  • ·         Motor DC untuk Kipas           = 1 buah
  • ·         Protoboard untuk Prototype   = 1 buah
  • ·         Kabel   Jumper                         =  secukupnya




           Skematik Rangkaian





     Langkah Kerja
1.                Merangkai atau menghubungkan kabel jumper sesuai dengan gambar skematik.
2.                 Membuat program pada software Arduino

      Program :
      // Program Kontrol Kipas Angin
     int motor1Pin1 = 3; // pin 2 Di L293D IC
     int motor1Pin2 = 4; // pin 7 Di L293D IC
     int enable1Pin = 6; // pin 1 Di L293D IC

     int state;
     int flag=0;       
     int stateStop=0;
     void setup() {
   
    pinMode(motor1Pin1, OUTPUT);
    pinMode(motor1Pin2, OUTPUT);
    pinMode(enable1Pin, OUTPUT);
  
    digitalWrite(enable1Pin, OUTPUT);
 
    Serial.begin(9600);
    }

    void loop() {
   
    if(Serial.available() > 0){    
      state = Serial.read();  
      flag=0;
    }  
    // Jika  state dimasukkan '1' Kipas akan berputar Kecepatan Tinggi
    if (state == '1') {
        analogWrite (enable1Pin,255);
       
        digitalWrite(motor1Pin1, HIGH);
        digitalWrite(motor1Pin2, LOW);
      
        if(flag == 0){
          Serial.println("Kecepatan Tinggi");
          flag=1;
        }
    }
   
    // Jika  state dimasukkan '2' Kipas akan berputar Kecepatan Sedang
   else if (state == '2') {
       analogWrite (enable1Pin,180);
       
        digitalWrite(motor1Pin1, HIGH);
        digitalWrite(motor1Pin2, LOW);
       
        if(flag == 0){
          Serial.println("Kecepatan Sedang");
          flag=1;
        }
       
    }
    // Jika  state dimasukkan '3' Kipas akan berputar Kecepatan Lambat
    else if (state == '3') {
        analogWrite (enable1Pin,100);
        digitalWrite(motor1Pin1, HIGH);
        digitalWrite(motor1Pin2, LOW);
    
        if(flag == 0){
          Serial.println("Kecepatan Lambat");
          flag=1;
        }
       
    }
  
    // Jika state Dimasukkan '4' Kipas akan Berhenti
    else if (state == '4' || stateStop == 1) {
        digitalWrite(motor1Pin1, LOW);
        digitalWrite(motor1Pin2, LOW);
       
        if(flag == 0){
          Serial.println("STOP!");
          flag=1;
        }
        stateStop=0;
    }
   
    //For debugging purpose
    //Serial.println(state);
}

1.              Buka Aplikasi Arduino Bluetooth terminal pada smartphone android
    Masukkan pass word 1234 untuk masuk dan mengkoneksikan Bluetooth dan arduino.
   

1.             Masukkan Perintah masukkan pada Aplikasi Arduino Bluetooth Terminal


 HASIL

hasil yang didapatkan
Jika 1 data dikirim dari smartphone android Kipas bergerak kecepatan tinggi
Jika 2 data dikirim dari smartphone android Kipas bergerak kecepatan sedang
Jika 3 data dikirim dari smartphone android Kipas bergerak kecepatan lambat
Jika 4 data dikirim dari smartphone android Kipas akan berhenti



     Hal tersebut terjadi dan bisa diubah pada program yaitu listing program dibawah ini
     if (state == '1') {
             analogWrite (enable1Pin,255);
     State merupakan perintah masukann untuk setiap perintah masukkanya. enable1Pin,255
     Yang bercetak tebal meruapak pwm motor ( keceaptan motor yang bisa diatur)


      Jarak jangakauan bluetooth menurut data sheet  30 meter
      Hasil yang didapat saat pengujian
Hasil Pengkuran
Jarak
Terhung
Tidak Terhubung
3 meter
terhubung
-
9 meter
terhubung
-
12 meter
terhubung
-
15 meter
Terhubung
-
18 meter
Terhubung
-
21 meter
Terhubung
-
24 meter
Terhubung
-
27 meter
Terhubung
-
30 meter
Terhubung
-
33 meter
-
Tidak terhubung



   Kesimpulan
1.      Dengan Pengontrol kipas ini akan memudahkan meukar kecepatan kipas hanya dengan smartphone android dengan jarak kurang lebih 10 m
2.      Komponen yang digunakanpun hanya sedikit yaitu Arduino, IC 293d , bluetooth dan Smartphone android

Ini Sedikit Video alatnya :D